Senin (15/8), Koperasi Telekomunikasi Selular (kiSEL) meresmikan one stop telecommunications store yang diberinama Top Up+ di Mal Ambasador Lantai. 3 Jakarta. Peresmian tersebut diantaranya dihadiri oleh Direktur Niaga kisel, Frits Marendeng, VP Channel Mangement Telkomsel, Gideon Eddie Purnomo, serta DVP Channel Management Telkomsel, Agus Setia Budi.
Toko ritel yang menyediakan beragam kebutuhan telekomunikasi ini merupakan flagship store pertama yang dioperasikan kisel dari rencana lima outlet yang akan dikembangkan pada tahap awal di daerah lain seperti Bandung, Surabaya, Medan dan Makasar.
Sejak soft launchingnya pada bulan Juli lalu, toko ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. “Selama sebulan ini kami mampu mencatat penjualan sebesar Rp200 juta”, ungkap Frits di sela-sela acara peresmian. Lebih lanjut Frits mengungkapkan bahwa target omzet Rp500juta – Rp600 juta perbulan optimis bisa diraihnya.
Gideon berharap Top Up+ ini bisa menjadi perpanjangan tangan Grapari Telkomsel. “Kalau graPARI identik dengan pelayanan sementara Top Up+ fokus pada aspek penjualan. Oleh karena itu GraPARI akan men-support penuh”, ujarnya.
Untuk memenuhi toko ini kisel telah bekerjasama dengan produsen-produsen handset kelas dunia seperti RIM, Apple, dan Samsung, yang telah mempercayakan kisel untuk menjadi mitra resmi dalam memasarkan produk-produknya melalui jaringan kiSEL yang tersebar di 60 kota di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Agus Setia Budi sangat antusias dengan pembukaan toko ini. Menurutnya bisnis lifestyle terus berkembang dan tren handset yang beredar juga terus berganti-ganti. Oleh karena itu Agus mengharapkan Top Up+ ini juga menyediakan handset yang tidak hanya untuk golongan high end saja, masayarakat menengah ke bawah juga harus bisa digarap. “Tapi harus dilihat dulu animonya seperti apa?”, ungkap Agus.
Untuk itu Agus menghimbau agar pengunjung yang datang harus didata dan dipantau terus jumlahnya apakah trennya mengalami kenaikan atau mungkin berkurang. Tata letak toko juga harus diperhatikan agar bisa menarik minat pengunjung mall untuk mampir. “Yang datang harus dihitung dan didata apakah mereka melakukan transaksi atau hanya sekedar window-shopping saja”, pungkasnya.(red)